Feed on
Posts
Comments

Senin subuh 5 April 1982 saya dibangunkan ayah untuk shalat subuh berjamaah di tajug (surau) di tengah kampung kami. Ayah selalu membangunkan saya dengan berbagai cara, mulai dengan panggilan, mengguncang-guncang badan, hingga yang paling tidak saya sukai yaitu memercikan air dingin tepat di muka. Apabila ke tiga cara itu tidak berhasil, masih ada cara lain yakni memijit jempol kaki dengan keras, barulah saya bisa bangun dengan muka meringis. Ayah sangat disiplin dengan waktu, beliau mewajibkan putra-putrinya untuk bangun sendiri atau dibangunkan dengan cara apapun. Tidak terkecuali bagi saya satu-satunya anak lelaki diantara 6 saudara perempuan, saat itu umur saya 9 tahun dan baru duduk kelas 3 SD. Continue Reading »

Beberapa hari belakangan ini ada yang aneh dengan lutut saya. Saya tidak mampu melangkah dengan normal, saya tidak sanggup mengayunkan lutut dan menjejakkan kaki dengan sempurna. Setiap ayunan langkah disertai rasa ngilu, setiap jejakkan kaki disertai rasa sakit, apalagi untuk naik dan turun tangga, rasa sakit luar biasa mendera ke dua lutut saya. Sepertinya ada ribuan jarum tengah menusuk-nusuk tempurung lutut saya. Saya hanya bisa menyeret kaki, terseok-seok, dan pada kondisi yang paling buruk ketika naik/turun tangga, saya tak kuasa menahan mulut mengucap aduh! Continue Reading »

Tidak terasa sebulan lebih saya tidak ngeblog maupun blogwalking karena sibuk dengan pekerjaan dan beberapa aktifitas lainnya. Waktu dan kesempatan yang tersisa pun lebih banyak dilakukan bersama anak kami yang sedang menikmati liburan sekolah. Dan yang paling penting menyiapkan keperluan perlengkapan sekolah bagi anak ke dua kami yang Insya Allah tahun ini masuk SD. Mencoba melatih ia bangun lebih awal, mengajari mengenakan pakaian sekolah dan membantu menyiapkan segala sesuatunya agar terbiasa di kemudian hari.

Continue Reading »

Segala puji bagi Allah, yang awal tanpa yang awal sebelum-Nya, yang akhir tanpa yang akhir sesudah-Nya. Mahasuci AsmaNya, Mahatampak AnugrahNya.

Ya Allah. Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Shalawat yang awalnya tidak terbatas, yang batasnya tidak berujung, dan akhirnya tidak berhingga.

Ya Allah. Anugerahkan kepadaku kelangsungan hidup anakku, panjangkan usianya, sehatkan badannya, akhlaknya, agamanya, sejahterakan jiwa dan raganya, alirkan rezekinya melalui tanganku, anugerahkan kepadanya kecerdasan akal dan kebeningan hati.

Bantulah aku, mendidiknya, berbuat baik kepadanya dari sisiMu. Jadikan anakku, mendekatiku, menyayangiku, mencintaiku. Jadikan anakku, orang yang baik dan takwa, yang punya pandangan dan pendengaran yang taat kepadaMu, yang mencintai dan setia kepada kekasihMu, Muhammad.

Berikan semua itu dengan petunjuk dan rahmatMu, berikan kepada kami apa yang terbaik di dunia dan akhirat. Amin

Selamat ulang tahun anakku

Seekor gajah ditempatkan dalam ruangan,
Di ruang gelap yang tidak menerima cahaya
Gajah itu tidak mungkin dapat dilihat,
Bentuknya hanya dapat ditetapkan lewat rabaan

Seorang yang menyentuh belalai mengatakan,
panjang dan bulat bagai pipa

Yang menyentuh telinganya berkata,
lebar dan tipis bagai kipas, tak perlu takut

Yang menyentuh kakinya berkata,
bulat dan gemuk bagai tiang

Sedang yang menyentuh punggungnya berkata,
rata dan halus untuk tempat bersantai

Namun, seandainya ada yang membawa lilin ke sana,
Bentuknya akan ditemukan dengan pandangan mata

-Rumi-

Gajah pada puisi di atas tidak ada kaitannya dengan gajahkurus :-)

Older Posts »